Kamis, 03 Januari 2013

Posted by Renny Rambang On Kamis, Januari 03, 2013


    METODE DISKUSI 

1.       Pengertian dan Tujuan
Penggunaan metode diskusi dalam kerangka pendekatan DAP sebenarnya bukan saja sebagai salah satu cara menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik yang bersifat problematis, tetapi juga melatih anak dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan membentuk kompetensi-kompetensi sosial yang dibutuhkan.
Metode diskusi diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan pengajaran yang melibataktifkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alteratif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. 

Metode diskusi bertujuan untuk :
a.       Melatih peserta didik mengembangkan keterampilan bertanya, berkomunikasi, menafsirkan dan menyimpulkan bahasan.
b.      Melatih dan membentuk kesetabilan sosial-emosional
c.       Mengembangkan kemampuan berfikir sendiri dalam memecahkan masalah sehingga tumbuh konsep diri yang lebih positif
d.      Mengembangkan keberhasilan peserta didik dalam menemukan pendapat
e.      Mengembangkan sikap terhadap isu-isu kontroversial
f.        Melatih peserta didik berani berpendapat tentang suatu masalah. 
2.       Alasan Penggunaan Metode Diskusi
Alasan menggunakan metode diskusi :
a.       Topik bahasan bersifat problematis
b.      Merangsang peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam perdebatan ilmiah
c.       Melatih peserta didik untuk berfikir kritis dan terbuka
d.      Mengembangkan suasana demokratis dan melatih peserta didik berjiwa besar
e.      Peserta didik memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang masalah yang dijadikan topik diskusi
f.        Peserta didik memiliki pengetahuan dan pendapat-pendapat tentang masalah yang akan didiskusikan
g.       Masalah yang didiskusikan akan hubungannya dengan persoalan-persoalan yang lain pula.

3.       Kelebihan dan Kelemahan Metode Diskusi
a.       Kelebihan Metode Diskusi
Kelebihan metode diskusi :
1.       Dapat mendorong partisipasi peserta didik secara aktif baik sebagai partisipan, penanya, penyanggah maupun sebagai ketua atau moderator diskusi
2.       Menimbulkan kreativitas dalam ide, pendapat, gagasan, prakarsa ataupun terobosan-terobosan baru dalam pemecahan masalah
3.       Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis dan partisipasi demokratis
4.       Melatih kestabilan emosi dengan menghargai dan menerima pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapat sendiri sehingga tercipta kondisi memberi dan menerima (take and give)
5.       Keputusan yang dihasilkan kelompok akan lebih baik daripada berfikir sendiri
b.      Kelemahan Metode Diskusi
Kelemahan metode diskusi :
1.       Sulit menentukan topik masalah yang sesuai dengan tingkat berfikir peserta didik dan yang memiliki relevansi dengan lingkungan
2.       Memerlukan waktu yang tidak terbatas
3.       Pembicaraan atau pembahasan sering meluas dan mengambang
4.       Didominasi oleh orang-orang tertentu yang biasanya aktif
5.       Memerlukan alat yang fleksibel untuk membentuk tempat yang sesuai
6.       Kadang tidak membuat penyelesaian yang tuntas walaupun kesimpulan telah disepakati namun dalam implementasi sangat sulit dilaksanakan
Perbedaan pendapat dapat mengundang reaksi di luar kelas bahkan dapat menimbulkan bentrokan fisik.

0 komentar:

Poskan Komentar